Bayangan yang kami rancang sama pentingnya dengan tanamannya
Di Jakarta, taman tanpa naungan tidak dipakai orang. Kami menghitung ke mana bayangan jatuh pada jam paling terik sebelum menentukan letak pohon pertama.
Lihat proyekBerawal dari kebun bibit, bukan dari meja gambar
Anggia Murni mendirikan Tropica Greeneries pada 2002 setelah bertahun-tahun bekerja di kebun bibit terbesar di Indonesia. Cara kami menilai rancangan masih berangkat dari sana, yaitu dari apakah tanamannya sanggup bertahan, bukan dari seberapa bagus gambarnya.
Pendiri kami ikut mendirikan Green Building Council Indonesia, duduk di kepengurusan IALI, dan menjadi asesor pada penilaian bangunan hijau. Pada 2015 ia memimpin panitia kongres IFLA Asia Pacific di Lombok.
Kami merancang sekaligus membangun. Tidak ada gambar yang berpindah ke pihak yang tidak ikut menyusunnya, dan itu memangkas sebagian besar salah paham yang biasa muncul di lapangan.